Rabu, 16 Februari 2022

AGEN PERUBAHAN DAN PENGONTROL KEHIDUPAN DIMASA PANDEMI

 Oleh : Rani Nurlaela

 

Di dunia saat ini sedang marak-maraknya wabah Coronavirus. Coronavirus itu sendiri adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis corona virus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat.

 

Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Tanda dan gejala umum infeksi Covid-19 antara lain gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia. Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melaporkan pertama kali kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 2 kasus.

 

Informasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada tanggal 11 Maret, 2020 World Health Organization (WHO) bahkan telah mendeklarasikan kejadian ini sebagai pandemi global (Cucinotta & Vanelli, 2020). Hal tersebut mengharuskan kita untuk melakukan karantina secara mandiri di rumah untuk memutus rantai penyebaran dari virus tersebut. Keadaan ini menyebabkan seluruh kegiatan dalam berbagai sektor menjadi terhambat, salah satunya dalam sektor pendidikan. Dampak pandemi penyakit virus Corona 2019 (Covid-19) kini mulai terasa menyebar ke dunia pendidikan. Hal tersebut dilakukan  sebagai upaya mencegah penyebaran penularan Covid-19. Diharapkan semua institusi pendidikan tidak melakukan kegiatan sebagaimana biasa Hal ini dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Hal yang sama telah dilakukan oleh berbagai pihak negara yang terpapar penyakit ini, kebijakan lockdown atau karantina dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi interaksi banyak orang yang dapat memberikan akses penyebaran Covid-19. Pandemi virus Covid-19 telah menyebar sebagian besar negara di dunia. Di indonesia sendiri, virus ini mulai masuk pada bulan Desember 2019. Tercatat 125.396 kasus positif per 9 Agustus 2020 dengan korban meninggal sebanyak 5.658 jiwa (Kompas.com – 09/08/2020, 16.00 WIB). Untuk mengatasi cepatnya penyebaran virus Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan seperti bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini mengakibatkan sistem aktivitas keseharian berubah. Penyebaran virus ini tentu saja berdampak pada berbagai bidang, seperti bidang pendidikan. Lembaga pendidikan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas seperti biasa. Peraturan pemerintah menetapkan bahwa siswa dan mahasiswa belajar di rumah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi interaksi banyak orang sehingga dapat menghambat penyebaran virus Covid-19.

 

Terkait dampak penyebaran virus Covid-19 pada dunia pendidikan menuntut para pendidik dan peserta didik untuk mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sistem pembelajaran yang semula berbasis pada tatap muka secara langsung di kelas, harus digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi melalui jaringan internet secara virtual (online learning). Pembelajaran online menghubungkan pembelajar (peserta didik)  dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi (secara langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronous).

Pembelajaran online merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, CD-ROM (secara langsung dan tidak langsung).

Perkuliahan online atau yang biasa disebut daring merupakan salah satu bentuk pemanfaatan internet yang dapat meningkatkan peran mahasiswa dalam proses pembelajaran Istilah daring merupakan akronim dari “dalam jaringan“. Jadi perkuliahan daring adalah salah metode pembelajaran online atau dilakukan melalui jaringan internet.

 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan adanya kasus virus Covid-19 di Indonesia, berbagai kebijakan dibuat oleh pemerintah demi menekan  penyebaran virus tersebut, salah satunya Work From Home (WFH) yang berarti melakukan pekerjaan dari rumah.

Dampak dari pandemi ini tentunya telah menghambat dan merampas gerak bebas masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tak ubahnya juga berdampak pada mahasiswa yang merujuk pada surat edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan, dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 yang mengharuskan mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran online atau daring dirumah.

 

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan hidup masyarakat termasuk pada bidang pendidikan.  Untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan menjalankan pembelajaran daring, Adapun media online yang paling diminati mahasiswa saat pembelajaran daring yaitu Google Classroom ,Whatsapp, dan Zoom.

Meskipun begitu mayoritas mahasiswa yaitu 95% lebih menyukai pembelajaran secara offline di kelas tatap muka dibandingkan pembelajaran daring.

 

Selain itu mahasiswa menyatakan pembelajaran daring secara full selama hampir 1 semester mengakibatkan interaksi antara dosen dan mahasiswa terbatas dan penjelasan materi yang kurang maksimal. Perpanjangan waktu belajar dari rumah adalah sulit bagi mereka untuk memahami dan menguasai materi pelajaran karena dosen tidak menjelaskan atau dosen kurang jelas dalam penjelasannya , pembelajaran secara online juga bisa  berdampak negatif pada pembelajaran mereka karena banyak dari mereka tidak terbiasa belajar secara efektif oleh mereka sendiri. Platform e-learning yang diluncurkan juga merupakan tantangan bagi mayoritas mahasiswa karena akses internet yang terbatas.Hal ini mengakibatkan sebagian besar mahasiswa berpendapat biasa saja dan tidak setuju jika pembelajaran daring diperpanjang karena kurang maksimalnya pemahaman materi dan jenuh dengan pembelajaran daring. Meskipun diperpanjang artinya dosen harus lebih bekerja keras untuk kreatif dan inovatif agar pembelajaran daring tidak membosankan.

 

Di era Revolusi Industri 4.0 yang mana era-nya generasi milenial, dan tidak ada alasannya lagi para pendidik/tenaga pengajar ini gagap terhadap teknologi atau diistilahkan dengan gaptek. Teknologi pada dasarnya memberikan ekspektasi menjadi kesatuan dalam pembelajaran sehingga tercipta peserta didik yang lebih kreatif, aktif dan mandiri. Pendidik/tenaga pengajar saat ini sangat dituntut untuk memanfaatkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)  sebagai kebutuhan belajarnya, jika ini tidak terpenuhi bisa jadi pendidik/tenaga pengajar akan tertinggal dengan perkembangan zaman. Kegiatan belajar dan pembelajaran sangat perlu untuk di organisasi dan dikelola dengan baik. Pada akhirnya, ada kebutuhan yang lebih besar untuk institusi pendidikan untuk memperkuat praktik dalam kurikulum dan penggunaan teknik dan pendekatan pengajaran yang inovatif akan menjadi sangat penting. Respon negatif yang dijawab mayoritas responden mengenai kebijakan pembelajaran daring dari rumah ternyata tidak membuat mahasiswa sebagai responden kesulitan menjawab mengenai dampak positif dari pembelajaran daring yang dilaksanakan.

 

 Menurut salah satu Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan, pembelajaran daring yang dilakukan mahasiswa dan dosen telah memudahkan kegiatan belajar di mana saja dan kapan saja, menjadikan mahasiswa lebih peka terhadap teknologi pembelajaran, gaya belajar mahasiswa dapat diatur sendiri, efisiensi waktu, dan mahasiswa bisa belajar lebih tenang dan fokus.

Namun, apakah dengan mahasiswa dirumahkan oleh kampusnya masing-masing tidak bisa berbuat apa-apa? Apakah mahasiswa hanya berkutat dengan kesibukan menyelesaikan tugas yang diberikan dosen? Apakah mahasiswa fokus menghabiskan marathon film sambil rebahan diatas kasur?

Sangat disayangkan, jika mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan pengontrol kehidupan sosial menutup mata dengan dampak yang ditimbulkan oleh pendemi ini. Ada banyak hal di kehidupan masyarakat yang dapat dibantu oleh peranan mahasiswa.

 

Langkah awal yaitu menjadi warga yang kreatif dan pemimpin. Mahasiswa dapat berkesempatan melakukan tindakan pencegahan dari virus tersebut terhadap diri sendiri, keluarga, serta lingkungan tempat tinggalnya dengan tetap dirumah saja dan keluar apabila memang adanya kepentingan yang mendesak. Karena kaum intelektual seharusnya dapat memberi contoh yang baik.

 

Mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial untuk membuat gerakan bersama mahasiswa satu Universitas atau seluruh Indonesia. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat melalui media online untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik serta dapat menggalang donasi yang ditujukan kepada yang membutuhkan ditengah pandemi.

 

Selain itu, mahasiswa dapat melakukan gerakan sosial dengan terjun langsung menjadi relawan satgas Covid-19. Mahasiswa dapat pula menjadi relawan dengan menyalurkan bantuan logistik makanan bergizi, vitamin, masker dan lain sebagainya. Dengan begitu segala elemen yang ada saling bahu-membahu untuk menyudahi penyebaran Covid-19.

 

KESIMPULAN

Peran mahasiswa di masa pandemi pandemi Covid-19 meliputi; menjadi fasilitator dalam kegiatan pembelajaran,menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, memberikan edukasi tentang pola hidup sehat, menanamkan adab, memberikan keterampilan pada anak. Melalui penulisan ini. merekomendasikan beberapa hal, yakni; pertama, mahasiswa lebih maksimal dalam mengabdikan diri pada masyarakat, tidak hanya terbatas pada masa pandemi covid-19 nya saja tapi pada setiap kesempatan. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kepekaan mahasiswa pada setiap hal yang terjadi di masyarakat. Kedua,hendaknya masyarakat memberikan apresiasi nyata atas berbagai peran yang telah ditunjukkan mahasiswa,khususnya peran mahasiswa dimasa pandemi covid-19 ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sumbangsih Mahasiswa Bagi Negeri Dikala Pandemi

 Oleh : Sehibul Azis Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan di Indonesia, bukan secara Nasional saja    melainkan secara global ...