Oleh : ILA NENENG HASANAH
Melonjaknya kasus Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat, banyak masyarakat Indonesia yang terpapar virus ini. Berbagai gejala yang dialami, mulai dari gejala ringan hingga berat, sehingga banyak dari mereka yang sembuh hingga ada yang meninggal dunia. Pandemi Covid-19 ini menjadikan aktivitas masyarakat khususnya yang dilakukan diluar rumah menjadi terhambat dan terbatas.
Pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kondisi seperti ini (Hanafi, 2020). Sehingga, harus mengupayakan agar penyebaran virus ini tidak cepat menyebar dengan cara melakukan Work From Home (WFH), dan memberlakukan Lock Down hingga PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Selain itu, pada 11 Maret 2020 WHO (World Health Organisation) pun telah menyatakan Covid- 19 merupakan sebagai pandemik (Rahmawati dan Evita, 2020).
Akibat dari pandemi yaitu, mempengaruhi bahkan mengubah sistem dalam dunia pendidikan salah satunya pada Perguruan Tinggi (Rahmawati dan Evita, 2020). Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan secara daring di rumah masing-masing, sehingga perkuliahan online menjadi alternatif di tengah meningkatnya kasus Covid-19. Tentu saja hal tersebut menjadi tantangan baru bagi para pelajar (Farah, 2021), yang dituntut agar dapat beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru . Selain itu, Wabah ini berdampak pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat karena adanya beberapa kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah seperti, adanya batasan jam operasional pada kegiatan ekonomi.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa pada kondisi pandemi seperti ini? Apakah dengan berdiam diri di rumah saja menjadi jalan alternatif dalam menyikapi situasi pandemi ini? Apa solusi yang efektif untuk melakukan kreativitas lainnya? Apakah masih tetap bisa melakukan suatu kegiatan terutama dalam aspek kontrol sosial secara produktif?
Mahasiswa merupakan seseorang yang sedang menempuh pendidikan diperguruan tinggi negeri maupun swasta, yang selalu diidentikan sebagai yang memiliki intelektual (Deepublish, 2021). Kontrol sosial merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya berbagai penyimpangan dalam lingkungan masyarakat, serta dapat memberikan arahan agar dapat bertindak sesuai dengan aturan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri (Faza, 2018).
Mahasiswa harus mampu menghadapi berbagai perubahan dan permasalahan yang ditimbulkan dari perubahan itu sendiri. Sehingga harus tertanam sikap kritis, peduli, dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat (Achmad, 2019) agar terciptanya hubungan yang baik antar masyarakat. Kemampuan dalam mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dengan berbagai inovasi dalam bidangnya kepada lingkungan sekitarnya juga harus tertanam. Sebagai mahasiswa yang menekuni di bidang kesehatan harus bisa memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat mengenai berbagai masalah kesehatan khususnya mengenai covid-19, agar dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi kepada masyarakat. Sehingga, dapat saling menjaga dan bekerja sama untuk menangani pandemi Covid-19.
Perkembangan teknologi yang semakin maju dan berkembang dapat dimanfaatkan sebagai media untuk melakukan upaya dalam mengantisipasi sedini mungkin terhadap perkembangan Covid-19. Dengan membuat unggahan ke platform sosial media seperti poster atau video yang berisi edukasi yang dilansir dari sumber-sumber yang terpercaya mengenai bahaya dari covid-19, dan hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya.
Sehingga, dapat meminimalisasi berita hoaks yang beredar akibat oknum tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi seperti ini, dan dapat mengawasi munculnya konten-konten hoaks yang dapat menimbulkan rasa cemas dan panik kepada masyarakat. Masyarakat juga harus pandai dalam menerima informasi, jangan asal menerima saja tetapi harus mencari sumber kebenarannya. Serta dapat melakukan kegiatan sosial seperti penggalangan dana dengan tujuan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat membutuhkan yang terdampak akibat pandemi ini.
Melakukan tindakan pencegahan Covid-19 terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan tempat tinggalnya dengan berdiam diri di rumah merupakan hal yang dilakukan dalam ruang lingkup kecil. Bekerja sama dengan RT/RW/Desa setempat untuk mensukseskan Program Pendataan Penduduk, berupa data jumlah warga yang terdampak akibat pandemi, warga yang mengeluhkan gejala covid-19, warga yang keluar masuk kedalam lingkungan RT/RW/Desa.
Program ini bertujuan untuk memudahkan agar mengetahui data yang dibutuhkan dalam upaya pencegahan covid-19 dan memudahkan dalam menentukan sasaran untuk pembagian bantuan sosial. Menyediakan fasilitas seperti tempat untuk mencuci tangan atau penyediaan handsanitizer, penyediaan Alat Pelindung Diri jika sewaktu-waktu diperlukan, dan fasilitas untuk dilakukannya penyemprotan Desinfektan.
Selain itu, dapat terjun langsung ke lapangan untuk menjadi relawan satgas Covid-19, relawan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat dan menjadi relawan dengan menyalurkan berbagai bantuan logistik. Serta, berbagai kegiatan lain yang bisa dilakukan, seperti bersosialisasi mengenai penggunaan masker, tata cara cuci tangan yang baik dan benar, sosialisasi menjaga jarak fisik, dan hal lainnya terkait covid-19.
Dalam hal Controling, khusunya dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa harus mampu berada pada barisan paling depan untuk mewujudkan kontribusi kepada masyarakat terutama dalam situasi pandemi ini, sebagai pengontrol agar kebijakan-kebijakan pemerintah yang diberikan dapat dilakukan dengan baik dan benar serta tepat sasaran sehingga, tidak akan merugikan masyarakat. Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus disertai dengan solusi agar masyarakat tetap bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya sehingga dapat tetap bertahan hidup.
Oleh karena itu, kontribusi mahasiswa sangat dibutuhkan oleh masyarakat di saat situasi seperti ini. Karena, aksi nyata yang dilakukan dapat membantu masyarakat dalam mengurangi masalah krisis yang dihadapi saat ini serta diharapkan lebih mampu menciptakan berbagai macam kebijakan beserta solusi yang tentunya akan memberikan manfaat terhadap masyarakat agar terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa, dapat menjadi tolak ukur dalam kehidupan sosial pada masyarakat. Olehkarena itu, mahasiswa dapat menjadi contoh bagi masyarakat terutama dalam hal mematuhi protokol kesehatan covid-19. Saat ini, mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar